Pergantian tahun Hijriah bukan sekadar pergantian angka dalam kalender. Bagi seorang muslim, 1 Muharam adalah momentum untuk memperbarui keimanan, mengoreksi diri, dan meneguhkan kembali tujuan hidup: beribadah kepada Allah semata serta istiqamah di atas jalan-Nya.
Sering kali semangat hijrah dipahami sebatas perubahan penampilan atau kebiasaan. Padahal, hijrah yang paling mendasar adalah hijrah aqidah—membersihkan hati dari segala bentuk kesyirikan, mengikhlaskan seluruh ibadah hanya kepada Allah, dan menjadikan wahyu sebagai pedoman hidup.
Allah Ta’ala berfirman:
“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.”
(QS. Ar-Ra’d: 11)
Ayat ini menunjukkan bahwa perubahan yang hakiki berawal dari dalam diri. Perubahan tersebut bukan hanya pada amal lahiriah, tetapi juga pada keyakinan, niat, dan cara pandang terhadap kehidupan. Aqidah yang benar akan melahirkan amal yang benar, sedangkan aqidah yang rusak akan menyeret manusia kepada penyimpangan, meskipun amalnya tampak banyak.
Aqidah Melahirkan Ketaatan kepada Syariat
Syariat bukanlah beban, melainkan konsekuensi dari keimanan. Orang yang benar-benar meyakini bahwa Allah adalah Rabb, Pencipta, dan Pengatur seluruh alam, akan tunduk kepada hukum-Nya dengan penuh kerelaan.
Karena itu, semangat “Hijrah untuk taat, istiqamah dalam syariat, dan berjuang untuk kemuliaan umat” tidak mungkin terwujud tanpa aqidah yang kokoh.
Rasulullah ﷺ selama tiga belas tahun di Makkah memfokuskan dakwah beliau pada penanaman tauhid sebelum rincian hukum syariat diturunkan. Hal ini menunjukkan bahwa aqidah adalah fondasi, sedangkan syariat adalah bangunan yang berdiri di atasnya.
Empat Langkah Membangun Pribadi Muslim
Semangat menegakkan syariat dimulai dari empat hal yang saling berkaitan:
1. Pahami Syariat
Menuntut ilmu adalah jalan untuk mengenal Allah, memahami agama-Nya, dan membedakan antara kebenaran dan kebatilan.
2. Amalkan Syariat
Ilmu tidak cukup disimpan, tetapi harus diwujudkan dalam ibadah, akhlak, muamalah, dan seluruh aspek kehidupan.
3. Tegakkan Keadilan
Aqidah yang benar melahirkan sikap adil, amanah, serta menjauhkan manusia dari kezaliman karena merasa selalu diawasi oleh Allah.
4. Bangun Ukhuwah
Persaudaraan kaum muslimin dibangun di atas iman, bukan kepentingan dunia. Aqidah yang sama menyatukan hati dan menguatkan perjuangan umat.
Muharam: Awal yang Baru Menuju Ridha Allah
Memasuki tahun baru Hijriah hendaknya menjadi kesempatan untuk bertanya kepada diri sendiri:
- Apakah tauhid kita semakin kuat?
- Apakah ibadah kita semakin ikhlas?
- Apakah kita semakin tunduk kepada syariat Allah?
- Apakah kita telah menjadi bagian dari solusi bagi umat Islam?
Hijrah sejati bukan sekadar berpindah tempat atau mengubah kebiasaan, melainkan berpindah dari kemaksiatan menuju ketaatan, dari hawa nafsu menuju petunjuk Allah, dan dari kelalaian menuju istiqamah.
Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala mengokohkan hati kita di atas aqidah yang lurus, memberikan keistiqamahan dalam menjalankan syariat-Nya, serta menjadikan tahun baru Hijriah ini sebagai awal menuju kehidupan yang lebih dekat kepada-Nya dan lebih bermanfaat bagi kemuliaan umat Islam. Aamiin.