Ngruki, 6 September 2026 — Dalam rangka mempersiapkan estafet kepemimpinan dan memperkuat kualitas pembinaan di lingkungan pesantren, Pondok Pesantren Islam Al Mukmin Ngruki melaksanakan Halaqoh Mentoring GWB bersama Asatidz Senior pada Ahad (6/9/2026), pukul 19.30–21.00 WIB.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program pembinaan GWB yang diarahkan sebagai proses kaderisasi dan persiapan calon pemimpin serta pendidik pesantren di masa mendatang. Pembinaan tidak hanya diarahkan pada peningkatan kapasitas keilmuan dan kepemimpinan, tetapi juga pada penguatan ruhiyah dan karakter seorang pendidik.
Dalam kegiatan tersebut, **Ust. Shofa Sudaryanto, M.Pd.I., selaku Pudir 1**, menyampaikan bahwa pembinaan GWB merupakan bagian penting dari upaya mempersiapkan estafet perjuangan dan kepemimpinan pesantren. Menurutnya, pesantren tidak berhenti pada satu generasi sehingga kaderisasi harus dipersiapkan sejak dini dan dilakukan secara berkelanjutan.
Mentoring dikembangkan dengan pendekatan yang lebih interaktif. Tidak sekadar penyampaian materi secara satu arah, tetapi menjadi ruang untuk berdiskusi, berbagi pengalaman, mengidentifikasi persoalan, serta bersama-sama mencari solusi terhadap berbagai tantangan dalam kehidupan dan pembinaan di pesantren.
### Tiga Fokus Utama Pembinaan
Halaqoh Mentoring GWB bersama Asatidz Senior ini memiliki tiga fokus utama.
**Pertama, Tarbiyah Ruhaniyah.** Pembinaan diarahkan untuk menguatkan hati dan ruhiyah para murobby agar mampu menjadi teladan bagi para santri. Sebagaimana sabda Rasulullah ﷺ:
> “Ingatlah, sesungguhnya dalam jasad itu ada segumpal daging. Jika ia baik, maka baiklah seluruh jasad…”
> *(HR. Bukhari dan Muslim)*
Seorang pendidik tidak hanya dituntut mampu menyampaikan ilmu, tetapi juga memiliki keteladanan dalam akhlak, ibadah, kedisiplinan, dan sikap keseharian. Santri tidak hanya belajar dari apa yang disampaikan, tetapi juga dari apa yang mereka lihat dan rasakan dari para murobby.
**Kedua, Identifikasi Masalah dan Problem Solving.** Halaqoh menjadi ruang bersama untuk membahas berbagai problematika yang muncul dalam proses pendidikan dan kehidupan pesantren. Semangat musyawarah menjadi bagian penting dalam mencari solusi terbaik.
Allah Ta’ala berfirman:
> “Dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu.”
> *(QS. Ali Imran: 159)*
Melalui forum ini, berbagai persoalan diharapkan dapat dilihat secara lebih objektif, dibahas secara jujur, dan diselesaikan dengan pendekatan yang bijak serta berorientasi pada kemaslahatan pesantren.
**Ketiga, Tawhidur Ru’yah.** Pembinaan juga diarahkan untuk menyamakan visi dan misi dalam mendidik serta membina santri. Kesamaan arah menjadi penting agar seluruh murobby memiliki pemahaman yang sejalan dalam menjalankan amanah pendidikan.
Sebagaimana firman Allah Ta’ala:
> “Dan berpegang teguhlah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai.”
> *(QS. Ali Imran: 103)*
Semangat yang dibangun adalah **100 Murobby, 1 Manhaj, 1 Arah**. Dengan kesamaan visi, proses pembinaan santri diharapkan berjalan lebih terarah, konsisten, dan saling menguatkan.
### Menyiapkan Murobby Sejati
Melalui pembinaan GWB dan Halaqoh Mentoring bersama Asatidz Senior, diharapkan lahir generasi **Murobby Sejati**—ustadz pesantren yang tidak hanya memiliki kemampuan dalam membimbing dan mengarahkan santri, tetapi juga memiliki ruh pendidik yang ikhlas, bijak, tangguh, dan rabbani.
Kegiatan ini menjadi salah satu langkah dalam membangun kader-kader yang siap menerima amanah perjuangan pesantren di masa mendatang. Sebab, pesantren tidak hanya membutuhkan orang-orang yang memiliki ilmu, tetapi juga membutuhkan pribadi yang siap berjuang, memiliki keteladanan, dan mampu menjaga arah perjuangan pendidikan Islam.
Dengan pembinaan yang berkelanjutan, GWB diharapkan mampu tumbuh menjadi kader yang **kuat iman, kuat ilmu, kuat mental, dan kuat kepemimpinan**, serta siap melanjutkan estafet perjuangan Pondok Pesantren Islam Al Mukmin Ngruki.
**Ust. Shofa Sudaryanto, M.Pd.I.**
**Pudir 1**