SUKOHARJO – Ketua Yayasan Pondok Pesantren Islam Al Mukmin, Ust Yahya Abdurrahman, menegaskan bahwa pendidikan pesantren memiliki peran strategis dalam membentengi generasi muda dari berbagai bentuk penyimpangan perilaku seksual. Hal tersebut disampaikannya dalam Forum Diskusi Umat dan Tokoh yang diselenggarakan Dewan Syariah Kota Surakarta (DSKS) di Aula Yayasan Pendidikan Islam Al Mukmin, Cemani, Grogol, Sukoharjo, Sabtu (18/7/2026).
Forum yang menghadirkan unsur pemerintah, ulama, akademisi, tenaga kesehatan, dan tokoh masyarakat tersebut menjadi ruang dialog untuk memperkuat sinergi dalam menjaga ketahanan keluarga dan membangun perlindungan bagi generasi muda.
Menurut Ust Yahya Abdurrahman, tantangan moral yang dihadapi generasi saat ini tidak cukup dijawab hanya dengan regulasi pemerintah, tetapi juga memerlukan pembinaan karakter yang kuat melalui pendidikan Islam.
“Pendidikan pesantren bukan sekadar mengajarkan ilmu agama, tetapi membentuk akidah, akhlak, kedisiplinan, dan kepribadian Islam. Inilah benteng utama agar generasi mampu menghadapi berbagai tantangan zaman tanpa kehilangan identitas keislamannya,” jelasnya.
Ia menambahkan, pembinaan di pesantren berlangsung secara menyeluruh melalui keteladanan para asatidz, pembiasaan ibadah, lingkungan yang kondusif, serta pendampingan santri selama 24 jam. Menurutnya, sinergi antara keluarga, lembaga pendidikan, pemerintah, dan masyarakat menjadi kunci dalam menjaga generasi dari berbagai penyimpangan perilaku.
Turut hadir sebagai narasumber dalam forum tersebut Wali Kota Surakarta Respati Ardi, dr. Rahmad Setia selaku praktisi kesehatan dan pemerhati penyimpangan seksual, serta Dr. Mustain Nasoha dari Dewan Fatwa MUI Solo.
Ketua DSKS, Ustadz Abdul Rochim Baasyir, menyampaikan bahwa persoalan penyimpangan perilaku seksual tidak dapat ditangani oleh satu pihak saja. Menurutnya, diperlukan kolaborasi antara pemerintah, ulama, lembaga pendidikan, dan masyarakat agar upaya pencegahan berjalan lebih efektif.
Sementara itu, Wali Kota Surakarta Respati Ardi menyatakan komitmen Pemerintah Kota Surakarta untuk memperkuat langkah edukasi melalui Program Posyandu Plus, penyisipan materi dalam Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), serta penyusunan regulasi sebagai bagian dari upaya perlindungan generasi.
Forum yang berlangsung di Aula Yayasan Al Mukmin tersebut diharapkan menjadi awal penguatan kolaborasi seluruh elemen masyarakat dalam membangun generasi yang beriman, berakhlak mulia, dan mampu menghadapi tantangan zaman dengan berpegang teguh pada nilai-nilai Islam.