Mengambil Sesembahan Selain Allah (Bagian 1)

Mengambil Sesembahan Selain Allah (Bagian 1)

Kebatilan Mengharap Pertolongan Selain Allah

Allah Subhanahu wa Ta’ala menciptakan manusia hanya untuk beribadah kepada-Nya. Namun sejak dahulu hingga sekarang, banyak manusia yang justru menggantungkan harapan, perlindungan, bahkan pertolongan kepada selain Allah. Mereka meyakini bahwa makhluk, benda, atau sesuatu yang mereka agungkan mampu mendatangkan manfaat maupun menolak bahaya.

Al-Qur’an dengan tegas membantah keyakinan tersebut. Allah menjelaskan bahwa semua sesembahan selain-Nya sama sekali tidak memiliki kemampuan untuk memberi pertolongan, bahkan tidak mampu menolong dirinya sendiri.

Firman Allah Ta’ala

وَاتَّخَذُوا مِنْ دُونِ اللَّهِ آلِهَةً لَعَلَّهُمْ يُنْصَرُونَ ۝ لَا يَسْتَطِيعُونَ نَصْرَهُمْ وَهُمْ لَهُمْ جُنْدٌ مُحْضَرُونَ ۝ فَلَا يَحْزُنْكَ قَوْلُهُمْ ۘ إِنَّا نَعْلَمُ مَا يُسِرُّونَ وَمَا يُعْلِنُونَ

Artinya:

“Mereka mengambil sesembahan-sesembahan selain Allah agar mereka mendapat pertolongan. Padahal sesembahan-sesembahan itu tidak mampu menolong mereka, bahkan sesembahan itu menjadi tentara yang dipersiapkan untuk mereka. Maka janganlah ucapan mereka membuat engkau (Muhammad) bersedih. Sungguh, Kami mengetahui apa yang mereka rahasiakan dan apa yang mereka nyatakan.”
(QS. Yasin: 74–76)

 

Tafsir Ayat

Pada ayat ini Allah Subhanahu wa Ta’ala menerangkan keadaan kaum musyrikin yang menikmati berbagai nikmat dan karunia dari Allah, tetapi justru berpaling dari-Nya. Mereka menyembah patung, berhala, maupun berbagai makhluk ciptaan Allah dengan harapan memperoleh perlindungan dan pertolongan.

Padahal seluruh sesembahan tersebut tidak memiliki sedikit pun kekuasaan. Mereka tidak mampu memberikan manfaat, menolak bahaya, bahkan tidak mampu menjaga diri mereka sendiri. Maka orang yang berharap kepada selain Allah sejatinya sedang menggantungkan harapan kepada sesuatu yang lemah dan tidak berdaya.

Allah memberikan perumpamaan yang sangat jelas dalam firman-Nya:

يَا أَيُّهَا النَّاسُ ضُرِبَ مَثَلٌ فَاسْتَمِعُوا لَهُ ۚ إِنَّ الَّذِينَ تَدْعُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ لَنْ يَخْلُقُوا ذُبَابًا وَلَوِ اجْتَمَعُوا لَهُ ۖ وَإِنْ يَسْلُبْهُمُ الذُّبَابُ شَيْئًا لَا يَسْتَنْقِذُوهُ مِنْهُ ۚ ضَعُفَ الطَّالِبُ وَالْمَطْلُوبُ

Artinya:

“Wahai manusia! Telah dibuat suatu perumpamaan, maka dengarkanlah. Sesungguhnya segala yang kamu sembah selain Allah tidak akan mampu menciptakan seekor lalat pun walaupun mereka bersatu untuk menciptakannya. Bahkan jika lalat itu merampas sesuatu dari mereka, mereka tidak akan mampu merebutnya kembali. Sangat lemahlah yang menyembah dan yang disembah.”
(QS. Al-Hajj: 73)

Perumpamaan ini menunjukkan betapa lemahnya seluruh sesembahan selain Allah. Jika menciptakan seekor lalat saja mereka tidak mampu, bagaimana mungkin mereka dapat memenuhi doa, memberi rezeki, menyembuhkan penyakit, atau menyelamatkan manusia dari berbagai musibah?

Di akhir ayat QS. Yasin tersebut, Allah juga menghibur Rasulullah ﷺ agar tidak bersedih atas ejekan, celaan, maupun penolakan kaum kafir terhadap dakwah tauhid. Allah Maha Mengetahui segala sesuatu yang mereka sembunyikan maupun yang mereka tampakkan. Seluruh amal mereka akan dimintai pertanggungjawaban pada Hari Kiamat, dan Allah akan memberikan balasan dengan seadil-adilnya.

 

Faedah Ayat

Ayat-ayat ini mengandung pelajaran yang sangat penting bagi setiap muslim.

1. Semua sesembahan selain Allah adalah batil

Allah menegaskan bahwa segala bentuk sesembahan selain-Nya tidak memiliki kekuasaan sedikit pun. Menggantungkan harapan kepada selain Allah merupakan kesalahan besar yang bertentangan dengan kemurnian tauhid.

2. Sesembahan selain Allah tidak mampu memberi pertolongan

Kaum musyrikin berharap memperoleh syafaat dan pertolongan dari berhala-berhala mereka. Namun kenyataannya, sesembahan tersebut bahkan tidak mampu menolong dirinya sendiri.

Memberikan pertolongan memerlukan dua syarat. Pertama, memiliki kemampuan. Kedua, memiliki kehendak untuk menolong. Berhala dan seluruh sesembahan selain Allah tidak memiliki kemampuan sedikit pun. Maka mustahil mereka dapat menolong orang lain.

3. Hanya Allah yang mampu mendatangkan manfaat dan menolak mudarat

Mengapa meminta kepada sesuatu yang lemah, sedangkan Allah adalah Rabb Yang Maha Kuasa atas segala sesuatu?

Dialah yang memberi rezeki, melindungi hamba-Nya, mengabulkan doa, mendatangkan manfaat, dan menolak segala keburukan. Oleh karena itu, hanya kepada Allah seorang mukmin menggantungkan seluruh harapan dan pertolongannya.

4. Seorang dai tidak boleh bersedih ketika didustakan

Allah menghibur Rasulullah ﷺ agar tidak bersedih atas ucapan orang-orang yang mendustakan beliau dan mencela ajaran Islam.

Demikian pula para penerus dakwah. Penolakan, ejekan, ataupun cercaan tidak boleh melemahkan semangat dalam menyampaikan kebenaran. Tugas seorang muslim adalah menyampaikan risalah dengan hikmah, sedangkan hidayah sepenuhnya berada di tangan Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Penutup

Tauhid mengajarkan bahwa hanya Allah yang berhak disembah, dimintai pertolongan, dan dijadikan tempat bergantung dalam setiap urusan. Segala bentuk pengagungan kepada selain Allah yang menyeret seseorang kepada kesyirikan adalah kebatilan yang harus dijauhi.

Pada bagian berikutnya, kita akan membahas berbagai bentuk sesembahan selain Allah yang masih banyak dijumpai dalam kehidupan manusia, serta bagaimana Islam mengajarkan agar seorang muslim menjaga kemurnian tauhidnya dari segala bentuk kesyirikan.