اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ. اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ أَعْطَىنَا بِالصَّبْرِ وَالشُّكْرِ. أَشْهَدُ اَنْ لَا اِلٰهَ اِلَّا اللّٰهُ الصَّبُوْرُ الشَّكُوْرُ وَأَشْهَدُ اَنَّ حَبِيْبَنَا وَ نَبِيَّنّا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الَّذِيْ أَخْرَجَنَا مِنَ الظُّلُمَاتِ اِلَى النُّوْرِ. اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى اٰلِهِ وَصَحْبِهِ اَجْمَعِيْنَ اَمَّا بَعْدُ فَيَاأَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ. اِتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ
Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah
Alhamdulillah, marilah senantiasa kita panjatkan puji dan syukur ke hadirat Allah SWT atas segala limpahan nikmat, rahmat, keberkahan, serta kebahagiaan yang telah dianugerahkan kepada kita. Semoga Allah SWT mengampuni segala dosa dan kekhilafan kita, menerima amal ibadah yang kita kerjakan, memberikan kesehatan kepada kita, serta memberikan kesembuhan kepada saudara-saudara kita yang sedang diuji dengan sakit. Aamiin.
Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita, Nabi Muhammad SAW, manusia pilihan Allah dan utusan-Nya yang telah membawa umat manusia dari kegelapan menuju cahaya Islam. Semoga kita termasuk umat beliau yang senantiasa mengikuti sunnah dan meneladani akhlaknya.
Hadirin jamaah Jumat rahimakumullah,
Marilah kita terus meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT dengan menjalankan seluruh perintah-Nya dan meninggalkan segala sesuatu yang dilarang-Nya. Karena dengan iman dan takwa itulah, insyaAllah kita akan memperoleh kehidupan yang baik, penuh keberkahan, baik di dunia maupun kebahagiaan yang kekal di akhirat. Aamiin.
Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,
Rabiul Awwal merupakan bulan ketiga dalam penanggalan Hijriah. Kata Rabi’ berkaitan dengan musim semi, masa ketika bunga-bunga mulai tumbuh dan hujan turun di wilayah padang pasir. Namun bagi umat Islam, Rabiul Awwal memiliki makna yang jauh lebih besar. Bulan ini berkaitan erat dengan beberapa peristiwa penting dalam perjalanan kehidupan Rasulullah SAW, mulai dari kelahiran beliau, peristiwa hijrah, hingga wafatnya beliau.
Rasulullah Muhammad SAW dilahirkan di Kota Makkah Al-Mukarramah pada tanggal 12 Rabiul Awwal, pada Tahun Gajah, yang bertepatan dengan sekitar tahun 571 Masehi. Beliau lahir dari pasangan Abdullah bin Abdul Muthalib dan Aminah binti Wahab dari Bani Zuhrah, Quraisy. Rasulullah SAW telah menjadi yatim sejak sebelum kelahirannya, karena ayahanda beliau, Abdullah, wafat sebelum beliau dilahirkan.
Kehidupan Rasulullah sejak kecil memang penuh dengan ujian. Namun, semua itu merupakan bagian dari persiapan Allah SWT terhadap beliau untuk mengemban amanah besar sebagai nabi dan rasul terakhir.
Allah SWT berfirman:
اَلَمْ يَجِدْكَ يَتِيْمًا فَاٰوٰىۖ وَوَجَدَكَ ضَاۤلًّا فَهَدٰىۖ وَوَجَدَكَ عَاۤىِٕلًا فَاَغْنٰىۗ
“Bukankah Dia mendapatimu sebagai seorang yatim, lalu dia melindungimu (Muhammad). Dan dia mendapatimu sebagai orang yang bingung, lalu Dia memberi petunjuk. Dan dia mendapatimu sebagai orang yang kekurangan, lalu Dia memberi kecukupan.”
(QS. Ad-Dhuha: 6-8)
Setelah ibunda beliau, Aminah, meninggal dunia, pengasuhan Rasulullah kemudian berada di bawah tanggung jawab kakeknya, Abdul Muthalib. Akan tetapi, tidak lama berselang, Abdul Muthalib juga meninggal dunia. Setelah itu, tanggung jawab merawat Rasulullah berpindah kepada pamannya, Abu Thalib.
Di bawah asuhan Abu Thalib, Rasulullah SAW tumbuh menjadi pribadi yang mandiri. Beliau pernah menggembala kambing dan kemudian berdagang hingga ke wilayah Syam. Berbagai pengalaman tersebut menjadi bagian dari perjalanan hidup beliau sebelum mendapatkan amanah kerasulan.
Hadirin sidang Jumat yang dirahmati Allah,
Rabiul Awwal tidak hanya berkaitan dengan kelahiran Rasulullah SAW. Bulan ini juga memiliki hubungan dengan salah satu peristiwa paling penting dalam sejarah Islam, yaitu hijrahnya Rasulullah SAW dari Makkah menuju Madinah.
Dalam Sirah Nabawiyah karya Ibnu Hisyam disebutkan bahwa Nabi Muhammad SAW bersama rombongan tiba di Bani Amr bin Auf pada hari Senin, 12 Rabiul Awwal. Ibnu Katsir juga menyebutkan bahwa Rasulullah SAW tinggal bersama Bani Amr bin Auf pada bulan Rabiul Awwal.
Peristiwa hijrah tersebut tentunya bukan sebuah peristiwa yang terjadi secara kebetulan. Rasulullah SAW berhijrah setelah mendapatkan perintah dari Allah SWT. Sebelum berangkat, beliau juga mengarahkan para sahabat untuk meninggalkan Makkah secara bertahap dan sembunyi-sembunyi menuju Madinah.
Mengapa Madinah yang menjadi tujuan hijrah?
Madinah memiliki sejumlah kondisi yang mendukung perkembangan dakwah Islam. Penduduknya memiliki sikap yang ramah dan memiliki pengalaman dalam menghadapi berbagai persoalan, termasuk dalam peperangan. Selain itu, letak Madinah juga memiliki posisi strategis bagi perkembangan dan perlindungan dakwah Islam.
Hijrah Rasulullah SAW juga bukan sekadar perpindahan dari satu tempat ke tempat yang lain. Hijrah merupakan sebuah langkah besar untuk membangun kehidupan baru yang berlandaskan iman dan ajaran Islam.
Dari Makkah menuju Madinah, kaum Muslimin tidak hanya meninggalkan tempat tinggal mereka, tetapi juga meninggalkan tekanan, penindasan, dan kehidupan jahiliyah menuju kehidupan yang lebih baik. Di Madinah, Rasulullah SAW membangun masyarakat Islam yang berlandaskan iman, persaudaraan, keadilan, dan ketundukan kepada Allah SWT.
Dengan demikian, hijrah memberikan pelajaran kepada kita bahwa perubahan menuju keadaan yang lebih baik membutuhkan keberanian, pengorbanan, kesabaran, dan keyakinan kepada pertolongan Allah SWT.
Allah SWT memberikan kabar gembira kepada orang-orang yang berhijrah di jalan-Nya. Allah menjanjikan keluasan tempat dan rezeki bagi mereka yang berhijrah karena Allah dan Rasul-Nya. Bahkan apabila seseorang meninggal dunia dalam perjalanan hijrahnya sebelum sampai ke tempat tujuan, Allah tetap menetapkan pahala untuknya.
Allah SWT berfirman:
وَمَنْ يُّهَاجِرْ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ يَجِدْ فِى الْاَرْضِ مُرٰغَمًا كَثِيْرًا وَّسَعَةً ۗوَمَنْ يَّخْرُجْ مِنْۢ بَيْتِهٖ مُهَاجِرًا اِلَى اللّٰهِ وَرَسُوْلِهٖ ثُمَّ يُدْرِكْهُ الْمَوْتُ فَقَدْ وَقَعَ اَجْرُهٗ عَلَى اللّٰهِ ۗوَكَانَ اللّٰهُ غَفُوْرًا رَّحِيْمًا ࣖ
“Dan barangsiapa berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka akan mendapatkan di bumi ini tempat hijrah yang luas dan (rezeki) yang banyak. Barangsiapa keluar dari rumahnya dengan maksud berhijrah karena Allah dan Rasul-Nya, kemudian kematian menimpanya (sebelum sampai ke tempat yang dituju), maka sungguh, pahalanya telah ditetapkan di sisi Allah. Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.”
(QS. An-Nisa: 100)
Hadirin jamaah Jumat yang berbahagia,
Ada satu lagi peristiwa besar yang berkaitan dengan bulan Rabiul Awwal, yaitu wafatnya Rasulullah SAW.
Sebelum wafat, Rasulullah SAW melaksanakan Haji Wada’ bersama lebih dari seratus ribu kaum Muslimin. Di Padang Arafah, beliau menyampaikan khutbah yang sangat monumental. Khutbah tersebut menjadi salah satu pesan penting Rasulullah SAW kepada umatnya sekaligus memberikan gambaran mengenai prinsip-prinsip kehidupan Islam.
Di tengah lautan manusia yang hadir dalam pelaksanaan Haji Wada’, Rasulullah SAW menyampaikan pesan:
أَيُّهَا النَّاسُ، اسْمَعُوا قَوْلِي، فَإِنِّي لَا أَدْرِي لَعَلِّي لَا أَلْقَاكُمْ بَعْدَ عَامِي هَذَا بِهَذَا الْمَوْقِفِ أَبَدًا
“Wahai sekalian manusia, dengarkanlah perkataanku! Aku belum tahu secara pasti, boleh jadi aku tidak akan bertemu kalian lagi setelah tahun ini dengan keadaan seperti ini.”
Pesan tersebut seakan menjadi isyarat bahwa perjumpaan Rasulullah SAW dengan umatnya tidak akan berlangsung lama lagi.
Tidak lama kemudian, turun ayat Al-Qur’an yang menjelaskan telah sempurnanya agama Islam:
اَلْيَوْمَ اَكْمَلْتُ لَكُمْ دِيْنَكُمْ وَاَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِيْ وَرَضِيْتُ لَكُمُ الْاِسْلَامَ دِيْنًاۗ فَمَنِ اضْطُرَّ فِيْ مَخْمَصَةٍ غَيْرَ مُتَجَانِفٍ لِّاِثْمٍۙ فَاِنَّ اللّٰهَ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ
“Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu. Maka barang siapa terpaksa karena kelaparan tanpa sengaja berbuat dosa, sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”
(QS. Al-Maidah: 3)
Peristiwa Haji Wada’ menjadi salah satu momentum penting dalam sejarah Islam. Di dalamnya terdapat banyak pelajaran tentang persatuan umat, tanggung jawab seorang Muslim, serta pentingnya meningkatkan kualitas iman dan ketakwaan kepada Allah SWT.
Hadirin sidang Jumat rahimakumullah,
Dari berbagai peristiwa tersebut, kita dapat melihat bahwa Rabiul Awwal merupakan bulan yang memiliki kaitan erat dengan perjalanan hidup Rasulullah SAW.
Di bulan inilah kita mengenang kelahiran manusia pilihan Allah, perjalanan hijrah yang menjadi awal terbentuknya kehidupan Islam di Madinah, serta wafatnya Rasulullah SAW setelah menyelesaikan tugas kerasulannya.
Namun, mengenang Rasulullah SAW tidak cukup hanya dengan mengetahui sejarah kehidupannya. Yang lebih penting adalah bagaimana kita mengambil pelajaran dari kehidupan beliau.
Kelahiran beliau mengajarkan kepada kita bahwa Allah mampu mempersiapkan seorang hamba melalui berbagai ujian kehidupan. Hijrah mengajarkan pentingnya pengorbanan, perjuangan, perubahan, dan keberanian untuk meninggalkan sesuatu yang tidak diridhai Allah. Sementara wafatnya Rasulullah mengingatkan kita bahwa setiap manusia pasti akan kembali kepada Allah dan bahwa tugas kita adalah mempersiapkan bekal sebaik-baiknya.
Maka, marilah kita jadikan momentum Rabiul Awwal ini sebagai sarana untuk semakin memperkuat iman, memperbaiki diri, meningkatkan ketakwaan, serta menumbuhkan kecintaan kita kepada Rasulullah SAW.
Semoga Allah SWT memberikan kepada kita kemampuan untuk mengikuti sunnah beliau, meneladani akhlaknya, serta istiqamah dalam menjalankan ajaran Islam hingga akhir hayat kita.
اللهم صل وسلم وبارك على نبينا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين.
Khutbah kedua
الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ وَلَهُ الْحَمْدُ فِي الْآخِرَةِ وَهُوَ الْحَكِيمُ الْخَبِيرُ
أَشْهَدُ أَن لاَّ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُـحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُه
أَللهُمَّ صَلِّ وَ سَلِّمْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِهِ وَ صَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلاً سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا
اِنَّ اللّٰهَ وَمَلٰۤىِٕكَتَهٗ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّۗ يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا
اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ اللهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمَ الدِّيْنِ. اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ
رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَا وَاإنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ
عِبَادَاللهِ ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ
عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَر