Dunia Tempat Menyiapkan Bekal Menuju Kehidupan Abadi

Dunia Tempat Menyiapkan Bekal Menuju Kehidupan Abadi

إِنَّ الحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِيْرُهُ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْهُ فَلَا هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلاَّ اللهَ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدً عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ لاَ نَبِيَ وَلَا رَسُولَ بَعْدَهُ. 

قَالَ تَعَالَى فِي القُرْآنِ الكَرِيمِ :﴿ يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقٰىتِهٖ وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَاَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ ١٠٢ ﴾ ( اٰل عمران/3: 102)

﴿ يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوْا رَبَّكُمُ الَّذِيْ خَلَقَكُمْ مِّنْ نَّفْسٍ وَّاحِدَةٍ وَّخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيْرًا وَّنِسَاۤءً ۚ وَاتَّقُوا اللّٰهَ الَّذِيْ تَسَاۤءَلُوْنَ بِهٖ وَالْاَرْحَامَ ۗ اِنَّ اللّٰهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا ١ ﴾ ( النساۤء/4: 1)

﴿ يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَقُوْلُوْا قَوْلًا سَدِيْدًاۙ ٧٠ يُّصْلِحْ لَكُمْ اَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوْبَكُمْۗ وَمَنْ يُّطِعِ اللّٰهَ وَرَسُوْلَهٗ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا ٧١ ﴾ ( الاحزاب/33: 70-71)

Khutbah Pertama….

Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan melaksanakan segala perintah-Nya dan menjauhi seluruh larangan-Nya. Ketakwaan adalah bekal terbaik yang akan menyelamatkan kita, bukan hanya di dunia, tetapi juga di akhirat.

Kaum muslimin yang dirahmati Allah,

Di tengah kesibukan mencari rezeki, mengejar cita-cita, dan memenuhi berbagai kebutuhan hidup, sering kali kita lupa bahwa ada satu perjalanan yang pasti akan kita tempuh, yaitu perjalanan menuju akhirat. Dunia hanyalah tempat singgah yang sementara, sedangkan akhirat adalah negeri yang kekal.

Setiap manusia pasti akan meninggalkan dunia ini. Cepat atau lambat, tua ataupun muda, kaya ataupun miskin, semuanya akan menghadap Allah Subhanahu wa Ta’ala. Ketika kematian datang, seluruh kesempatan untuk beramal telah berakhir. Yang tersisa hanyalah pertanggungjawaban atas apa yang telah dilakukan selama hidup di dunia.

Sesekali berziarahlah ke pemakaman. Di sana kita akan melihat bahwa setiap orang pernah memiliki kehidupan, keluarga, harta, dan cita-cita. Namun kini semuanya telah ditinggalkan. Rumah telah berganti pemilik, harta berpindah tangan, dan nama perlahan mulai dilupakan. Yang tetap bersama mereka hanyalah amal yang pernah dikerjakan.

Karena itu, hendaknya kita bertanya kepada diri sendiri, bekal apa yang telah kita persiapkan untuk menghadapi kehidupan yang kekal? Jangan sampai seluruh tenaga dan pikiran hanya dihabiskan untuk mengejar dunia, sementara bekal menuju akhirat justru kita abaikan.

Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,

Apabila seseorang hendak melakukan perjalanan jauh, tentu ia akan membawa bekal yang cukup. Semakin jauh perjalanan, semakin besar pula persiapan yang dilakukan. Demikian pula perjalanan menuju akhirat. Perjalanan ini bukan berlangsung sehari atau setahun, tetapi menuju kehidupan yang tidak akan pernah berakhir.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَىٰ ۚ وَاتَّقُونِ يَا أُولِي الْأَلْبَابِ

“Berbekallah kalian, karena sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa. Dan bertakwalah kepada-Ku, wahai orang-orang yang berakal.”
(QS. Al-Baqarah: 197)

Ayat ini mengajarkan bahwa bekal terbaik bukanlah harta yang melimpah, jabatan yang tinggi, ataupun kedudukan yang terhormat. Bekal terbaik adalah ketakwaan, yaitu menjalankan perintah Allah, menjauhi larangan-Nya, dan senantiasa merasa diawasi oleh-Nya dalam setiap keadaan.

Kaum muslimin rahimakumullah,

Salah satu nikmat yang paling banyak menyita perhatian manusia adalah harta. Kita bekerja keras untuk mendapatkannya. Namun perlu kita ingat, harta hanyalah titipan Allah. Ketika ajal tiba, semuanya akan kita tinggalkan.

Yang akan dipertanyakan bukan berapa banyak harta yang kita miliki, tetapi dari mana harta itu diperoleh dan ke mana dibelanjakan.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Tidak akan bergeser kedua kaki seorang hamba pada hari kiamat hingga ia ditanya tentang umurnya untuk apa dihabiskan, ilmunya bagaimana diamalkan, hartanya dari mana diperoleh dan ke mana dibelanjakan, serta tubuhnya untuk apa digunakan.”
(HR. At-Tirmidzi)

Hadis ini mengingatkan bahwa seluruh nikmat akan dimintai pertanggungjawaban. Karena itu, marilah kita mengaudit diri. Apakah rezeki yang kita cari berasal dari jalan yang halal? Apakah harta yang kita miliki telah digunakan untuk kebaikan, membantu sesama, dan mendukung perjuangan agama Allah?

Jamaah Jumat yang dirahmati Allah,

Demikian pula pekerjaan yang kita jalani setiap hari. Janganlah hanya mengejar besarnya penghasilan, tetapi pastikan bahwa pekerjaan tersebut halal, penuh kejujuran, dan membawa keberkahan. Jadikan setiap tetes keringat sebagai ibadah karena Allah.

Keluarga juga merupakan amanah yang besar. Anak dan istri bukan hanya teman hidup di dunia, tetapi juga tanggung jawab yang akan dimintai pertanggungjawaban. Didiklah keluarga dengan iman, ajarkan shalat, tanamkan akhlak yang mulia, dan bimbing mereka agar tetap berada di jalan Allah.

Hubungan kita dengan sesama manusia pun tidak kalah penting. Jagalah lisan, tunaikan amanah, hormati tetangga, sambung silaturahmi, dan jauhilah segala bentuk kezaliman. Jangan sampai ada orang yang menuntut haknya kepada kita pada Hari Kiamat karena ucapan atau perbuatan yang menyakitinya.

Kaum muslimin yang dimuliakan Allah,

Nikmat yang sering terlupakan adalah waktu. Setiap hari yang berlalu sesungguhnya mengurangi jatah umur kita. Hari yang telah pergi tidak akan pernah kembali. Oleh sebab itu, manfaatkanlah kesempatan yang masih Allah berikan untuk memperbanyak amal saleh.

Jangan menunda taubat. Jangan menunda sedekah. Jangan menunda memperbaiki shalat dan akhlak. Kita tidak pernah mengetahui kapan Allah memanggil kita kembali.

Marilah kita menjadikan dunia sebagai ladang untuk menanam amal. Apa yang kita tanam hari ini akan kita tuai di akhirat nanti. Jika yang kita tanam adalah keimanan, ketakwaan, kejujuran, sedekah, dan amal saleh, maka insya Allah kita akan menuai kebahagiaan yang abadi.

Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala menjadikan kita hamba-hamba yang selalu mempersiapkan bekal terbaik, mengampuni dosa-dosa kita, menerima amal ibadah kita, menganugerahkan husnul khatimah, serta memasukkan kita ke dalam surga-Nya bersama orang-orang yang bertakwa.

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

“Ya Allah, berikanlah kepada kami kebaikan di dunia, kebaikan di akhirat, dan peliharalah kami dari siksa api neraka.”

إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَىٰ وَيَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ ۚ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ

“Sesungguhnya Allah menyuruh berlaku adil, berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan melarang dari perbuatan keji, kemungkaran, serta permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu mengambil pelajaran.” (QS. An-Nahl: 90)

فَاذْكُرُوا اللَّهَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ

khutbah kedua


اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ كَانَ بِعِبَادِهِ خَبِيْرًا بَصِيْرًا، تَبَارَكَ الَّذِيْ جَعَلَ فِي السَّمَاءِ بُرُوْجًا وَجَعَلَ فِيْهَا سِرَاجًا وَقَمَرًا مُنِيْرًا. أَشْهَدُ اَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وأَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وُرَسُولُهُ الَّذِيْ بَعَثَهُ بِالْحَقِّ بَشِيْرًا وَنَذِيْرًا، وَدَاعِيَا إِلَى الْحَقِّ بِإِذْنِهِ وَسِرَاجًا مُنِيْرًا
اللهم صل و سلم على هذا النبي الكريم و على آله و أصحابه و من تبعهم بإحسان إلى يوم الدين. أما بعد

فَيَاأَيُّهَا النَّاسُ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللّٰهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. فَقَالَ اللّٰهُ تَعَالَى اِنَّ اللّٰهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ يٰأَيُّهَا الَّذِيْنَ أٰمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَ سَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلٰى مُحَمَّدٍ وَ عَلٰى أٰلِ مُحَمَّدٍ. كَمَا صَلَّيْتَ عَلٰى اِبْرَاهِيْمَ وَعَلٰى اٰلِ اِبْرَاهِيْمَ. وَبَارِكْ عَلٰى مُحَمَّدٍ وَعَلٰى اٰلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلٰى اِبْرَاهِيْمَ وَعَلٰى اٰلِ اِبْرَاهِيْمَ فْي الْعَالَمِيْنَ اِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. اَللّٰهُمَّ وَارْضَ عَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ. وَعَنْ اَصْحَابِ نَبِيِّكَ اَجْمَعِيْنَ. وَالتَّابِعِبْنَ وَتَابِعِ التَّابِعِيْنَ وَ تَابِعِهِمْ اِلٰى يَوْمِ الدِّيْنِ


اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ. اَللّٰهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالطَّاعُوْنَ وَالْاَمْرَاضَ وَالْفِتَنَ مَا لَا يَدْفَعُهُ غَيْرُكَ عَنْ بَلَدِنَا هٰذَا اِنْدُوْنِيْسِيَّا خَاصَّةً وَعَنْ سَائِرِ بِلَادِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً. اللّهُمَّ وَفِّقْنَا لِطَاعَتِكَ وَأَتْمِمْ تَقْصِيْرَنَا وَتَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيْعُ العَلِيْمُ. رَبَّنَا اٰتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَ فِي الْاٰخِرَةِ حَسَنَةً وَ قِنَا عَذَابَ النَّارِ

اَللّٰهُمَّ انْصُرِ الْمُسْلِمِيْنَ الْمُسْتَضْعَفِيْنَ فِي كُلِّ مَكَانٍ. اَللّٰهُمَّ ارْحَمِ الْمُسْتَضْعَفِيْنَ مِنْ عِبَادِكَ. اَللّٰهُمَّ اكْشِفْ الغُمَّةَ عَنْ أُمَّتِنَا. اَللّٰهُمَّ إنَّا نَسْأَلُكَ أَنْ تَرْفَعَ الْبَلَاءَ عَنْ غَزَّةَ وَأَهْلِهَا، وَأَنْ تَنْصُرَهُمْ عَلَى عَدُوِّهِمْ، وَأَنْ تَرْحَمَ الْمُسْتَضْعَفِيْنَ مِنْ عِبَادِكَ، وَأَنْ تَكْشِفَ الْغُمَّةَ عَنْ أُمَّتِنَا. اَللّٰهُمَّ عَافِنَا وَالْطُفْ بِنَا وَاحْفَظْنَا وَانْصُرْنَا وَفَرِِّجْ عَنَّا وَالْمُسْلِمِيْنَ. اَللّٰهُمَّ اكْفِنَا وَإِيَّاهُمْ جَمِيْعًا شَرَّ مَصَائِبِ الدُّنْيَا وَالدِّيْنِ

وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَآلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ . وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبّ الْعَالَمِيْنَ

!عِبَادَاللهِ

إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَالْمُنْكَرِ وَاْلبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرْ